Hadapi Armuzna, Kemenhaj Matangkan Penempatan Tenda dan Layanan Jemaah

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 24 Mei 2026 | 18:30 WIB
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mematangkan persiapan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pemerintah menegaskan seluruh skenario pelayanan dan mitigasi lapangan diperkuat guna memastikan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan menjelang fase puncak haji yang tinggal menghitung hari.

“Ini tinggal dua hari lagi masa puncak haji atau Armuzna; Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tentu kami sudah mempersiapkan dengan maksimal upaya-upaya antisipasi dan mitigasi beberapa masalah yang bisa muncul,” ujar Dahnil dalam keterangannya dikutip, Minggu (24/5/2026(,

Menurut Dahnil, salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah penertiban tenda jemaah. Petugas dikerahkan untuk memastikan penempatan jemaah sesuai kloter, daerah asal, hingga berbasis nama.

“Kami sudah memastikan masalah tenda untuk ada penertiban supaya semua jemaah nanti bisa mendapat tenda sesuai kebutuhan. Sekarang tim sedang memasang dan memastikan, misalnya kloter satu di mana, kloter dua di mana, Sumatera Utara di mana, Jawa Tengah di mana, bahkan kita cek by name,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh pengaturan dan pergerakan jemaah selama fase Armuzna harus berada dalam koordinasi Kementerian Haji dan Umrah. Karena itu, Dahnil meminta seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mematuhi arahan pemerintah demi menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.

“Saya dan Pak Menteri berulang kali menyatakan KBIHU harus tertib, karena pelaksana tunggal dari penyelenggaraan haji adalah Kementerian Haji dan Umrah. Maka semua aturan harus ikut komando Kementerian Haji dan Umrah,” tegasnya.

Dahnil juga memastikan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang tidak mematuhi aturan dan berpotensi merugikan jemaah.

“Kalau ada KBIHU atau oknum-oknum lain yang tetap bandel, saya pastikan kami akan segera cabut izinnya. Kami tidak mau jemaah dikorbankan dan dirugikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dahnil menyebut penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada jemaah. Ia menegaskan hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar layanan haji benar-benar berorientasi pada kebutuhan umat.

“Pesan utama Presiden adalah kalian melayani mimpi besar umat muslim. Setiap muslim mimpinya naik haji. Jadi kami melayani mimpi-mimpi mereka agar menjadi lebih sempurna,” pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: