Jumhur: Tanggul Laut Raksasa Harus Diimbangi Perubahan Perilaku di Darat

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 02 Juni 2026 | 15:39 WIB
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara menambal tanggul laut Muara Baru yang bocor di kawasan Muara Baru, Jakarta, Selasa(5/12/2025).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara menambal tanggul laut Muara Baru yang bocor di kawasan Muara Baru, Jakarta, Selasa(5/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Terkait dengan pembangunan tanggul raksasa atau giant sea wall yang dilakukan pemerintah, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat berpandangan, pembangunan tanggul laut ini untuk mencegah erosi dan kerusakan akibat gelombang di pesisir utara Pulau Jawa akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan perubahan perilaku di wilayah darat.

"Kalau tidak ada perubahan perilaku, misalnya tidak mengelola air tanah, maka tanggul justru akan ikut tenggelam sekalian," kata Menteri LH Jumhur Hidayat saat memberi kuliah umum di Universitas Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2026).

Menurut Jumhur, tanggul laut raksasa penting, namun bukan satu-satunya solusi menanggulangi ancaman erosi dan kerusakan akibat gelombang laut. Dalam waktu dekat juga akan diterbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup yang mengatur tentang bertanam air.

"Aturan tentang bagaimana ekstraksi air tanah. Bagaimana mengembalikan air yang diambil ke dalam tanah," ungkap.

Jumhur menjelaskan, aturan tersebut akan mengatur tentang kewajiban bagaimana upaya mengembalikan air yang diambil bisa kembali ke dalam tanah. Selain itu, ia mendorong restorasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, serta menggabungkan kinerja tanggul laut dengan keberadaan tanaman mangrove.

"Mangrove bisa bekerja melampau kemampuan beton. Selain itu juga memberi habitat bagi ikan," terangnya.

Dan yang tidak kalah penting, dia menambahkan, kebijakan adaptif tersebut jangan menjadi mal-adaptif yang memiskinkan manusia di sekitarnya.

"Pastikan kebijakan ini melalui kajian. Selain itu penerimaan sosial menjadi syarat mutlak," tandas Jumhur.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: