Harga Pertamax Naik, Komisi VI Bakal Panggil Pertamina soal Risiko Lonjakan Konsumen Pertalite
BeritaNasional.com - Komisi VI DPR RI akan meminta penjelasan dari PT Pertamina (Persero) terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, termasuk potensi peralihan konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite yang dikhawatirkan memengaruhi ketersediaan stok BBM bersubsidi.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menilai penyesuaian harga BBM non-subsidi tidak terlepas dari kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian.
“Dengan situasi global perang berkepanjangan dan nilai tukar rupiah yang juga sedang melemah, sementara minyak kita masih impor, tentu ini menjadi beban bagi pemerintah sehingga untuk mempertahankan harga BBM non-subsidi sangat berat dan pada akhirnya harus dilakukan penyesuaian,” ujar Adisatrya di Kompleks Parlemen, Senayan, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, konflik geopolitik yang berlarut-larut, pelemahan nilai tukar rupiah, serta tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak menjadi faktor yang menekan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga energi.
Meski demikian, Adisatrya mengingatkan kenaikan harga BBM berpotensi memicu dampak berantai terhadap berbagai sektor usaha.
Peningkatan biaya logistik dinilai dapat mendorong kenaikan harga barang dan jasa yang akhirnya dirasakan masyarakat.
“Logistik adalah komponen utama dalam kegiatan usaha. Ketika BBM naik, biaya distribusi juga meningkat. Dampaknya, harga-harga ke konsumen juga bisa ikut naik. Karena itu kami berharap inflasi tetap dapat dijaga,” katanya.
Menururnya, Komisi VI akan terus mengawasi dampak kebijakan itu terhadap dunia usaha, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Ia berharap kenaikan biaya operasional tidak sampai menekan produktivitas usaha maupun memicu pengurangan tenaga kerja.
“Kami berharap terutama sektor UKM tidak terkena dampak yang terlalu besar. Jangan sampai biaya usaha meningkat lalu berujung pada pengurangan tenaga kerja atau bahkan pemberhentian pekerja,” tegasnya.
Selain mencermati dampaknya terhadap pelaku usaha, Komisi VI juga berencana memanggil Pertamina guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengaruh kenaikan harga BBM terhadap kinerja perusahaan serta kesiapan distribusi energi nasional.
Salah satu perhatian DPR adalah kemungkinan terjadinya peralihan konsumsi masyarakat dari BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi, khususnya dari Pertamax ke Pertalite. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan persoalan baru terkait pasokan.
“Kami juga akan meminta penjelasan dari Pertamina terkait dampaknya terhadap kinerja perseroan dan kemungkinan peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite," ucapnya.
"Jangan sampai nanti masyarakat beralih secara besar-besaran ke Pertalite, lalu muncul masalah baru berupa keterbatasan stok yang justru menyulitkan masyarakat,” tandasnya.
BUDAYA | 17 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 18 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







