Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Percepat Perluasan KEK Gresik
BeritaNasional.com - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik global, daya tarik investasi di Indonesia terbukti tetap kokoh.
Salah satu bukti nyatanya adalah lonjakan investasi asing (PMA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memicu rencana perluasan area sekaligus menegaskan tingginya kepercayaan investor global terhadap pasar domestik.
Merespons tren positif tersebut, pemerintah bergerak cepat mengawal rencana perluasan KEK Gresik guna mengakomodasi minat investasi yang terus membeludak.
Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) yang digelar di Kantor BUPP KEK Gresik (JIIPE), Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).
Rapat penting tersebut dipimpin langsung oleh Sesmenko Perekonomian sekaligus Sekretaris Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso.
Agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Administrator KEK Gresik, serta PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola kawasan.
Fokus utamanya adalah mematangkan kesesuaian ruang dan aspek teknis agar proses perizinan perluasan kawasan dapat berjalan optimal demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.
Sejak resmi didirikan lewat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021, KEK Gresik telah menjelma menjadi motor penggerak ekonomi baru di Jawa Timur. Catatan kinerjanya pun sangat impresif.
- Realisasi Investasi: Hingga Triwulan I 2026, akumulasi investasi di kawasan ini menembus Rp113,4 triliun.
- Pertumbuhan Eksponensial: Investasi pasca-penetapan status KEK mencapai Rp108,2 triliun, atau meroket lebih dari 1900% dibandingkan periode sebelum penetapan.
- Serapan Tenaga Kerja: Kawasan ini telah menyerap 45.860 tenaga kerja, di mana lebih dari 44 ribu di antaranya tercipta setelah kawasan ini berstatus KEK.
Melihat dampak multiplikasi yang masif ini, perluasan area dinilai sebagai langkah krusial untuk memperkuat ekosistem industri dan pelabuhan yang terintegrasi, sekaligus mendorong pengembangan energi hijau guna mendongkrak daya saing kawasan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN, Prasetyo Wiranto, memaparkan sejumlah alternatif mekanisme pemenuhan PKKPR yang sesuai regulasi.
Rekomendasi ini akan ditindaklanjuti secara lintas kementerian demi mempercepat proses administrasi.
Dukungan penuh ditegaskan oleh Sesmenko Susiwijono Moegiarso. Dia menyatakan pemerintah berkomitmen memfasilitasi kebutuhan pengembangan ini agar potensi investasi yang ada bisa segera dieksekusi.
"Pemerintah mendukung penuh perluasan KEK Gresik, agar peluang dan potensi investasi yang ada dapat segera direalisasikan dan dikonversi menjadi aktivitas ekonomi dan lapangan kerja," ujar Prasetyo melalui siaran resmi Kemenko Perekonomian yang dikutip pada Sabtu (13/6/2026).
Susiwijono menambahkan, tingginya kebutuhan ekspansi ini menjadi bukti nyata bahwa KEK Gresik merupakan salah satu kawasan industri terintegrasi unggulan yang sangat dipercaya oleh para investor.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga demi memastikan seluruh aspek tata ruang dan perizinan berjalan selaras, sehingga perluasan ini dapat segera memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
BUDAYA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







