BRIN Perkuat Sinergi Riset dan Industri untuk Percepat Hilirisasi Pertambangan
BeritaNasional.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong transformasi industri nasional melalui penyediaan solusi berbasis riset dan inovasi. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kolaborasi bersama industri, mulai dari identifikasi kebutuhan penelitian dan pengembangan (R&D), percepatan adopsi teknologi, hingga pengembangan skema pendanaan dan kemitraan inovasi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut menjadi fokus dalam penyelenggaraan Business Gathering Teknologi dan Inovasi (BGTI) 5 yang mengangkat tema percepatan hilirisasi sektor pertambangan. Agenda ini menitikberatkan pada percepatan hilirisasi produk pertambangan, dekarbonisasi sektor pertambangan, penerapan praktik pertambangan berkelanjutan, serta optimalisasi pemanfaatan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) dan Sisa Hasil Pengolahan dan Pemurnian (SHPP) melalui inovasi teknologi pengolahan residu, slag, dan tailing menjadi produk bernilai tambah.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pihaknya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
"BRIN berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, kami berharap dunia industri dapat memanfaatkan, mengadopsi, dan menghilirisasi teknologi hasil riset BRIN sehingga memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri nasional," kata Arif Satria dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Menurut Arif, penyelenggaraan BGTI 5 juga sejalan dengan program prioritas nasional untuk melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Selain mempertemukan pelaku riset dan industri, kegiatan ini juga difokuskan pada penguatan kolaborasi dan pembahasan berbagai skema pendanaan riset dan inovasi. Skema tersebut meliputi kerja sama riset, co-development, pengujian produk inovasi, lisensi teknologi, pendanaan kolaborasi riset dari BRIN, pendanaan industri, hingga peluang pembiayaan dari sumber eksternal lainnya.
Rangkaian kegiatan BGTI 5 akan diawali dengan pembukaan dan penyampaian keynote speech, dilanjutkan penandatanganan naskah kerja sama serta sesi foto bersama. Setelah itu, agenda berlanjut dengan talkshow kolaborasi riset dan inovasi yang menghadirkan narasumber dari BRIN dan kalangan industri.
Kegiatan juga akan diisi temu bisnis yang terbagi dalam empat tema utama, yakni hilirisasi produk pertambangan, dekarbonisasi industri pertambangan, praktik pertambangan ramah lingkungan, serta peningkatan nilai tambah SHP dan SHPP.
Sebagai penutup, BRIN akan memfasilitasi sesi one on one meeting bagi calon mitra untuk membahas lebih lanjut peluang kerja sama sesuai kebutuhan masing-masing skema kolaborasi.
Arif berharap BGTI 5 dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia riset dan industri dalam mempercepat hilirisasi inovasi di sektor pertambangan.
"BGTI 5 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi riset–industri dalam mendorong pemanfaatan inovasi nasional secara aplikatif dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang terukur untuk percepatan hilirisasi riset dan inovasi di sektor pertambangan," ujar Arif.
DUNIA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 12 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 9 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu





