Senyum Wali Kota Madiun Tetap Mengembang Setibanya di KPK usai OTT

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 20 Januari 2026 | 06:47 WIB
Wali Kota Madiun Maidi saat tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (19/1/2026) malam. (Foto/Istimewa)
Wali Kota Madiun Maidi saat tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (19/1/2026) malam. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Senyuman Wali Kota Madiun Maidi tetap terlihat mengembang setibanya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026), sekitar pukul 22.33 WIB, usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Saat digelandang ke Gedung KPK, Maidi terlihat mengenakan jaket berwarna biru, topi hitam, serta celana panjang hitam. Dan saat melihat sejumlah awak media menyapanya di halaman gedung, senyum Maidi terlihat mengembang. 

Saat ditanya tentang kabar dan apa yang mau disampaikan, ia mengatakan tak pernah lelah membangun Kota Madiun, dan mohon doanya jika ada kekurangan. 

"Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat," ucap Maidi kepada wartawan, Senin (19/1/2026) malam. 

Maidi pun langsung memasuki Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Madiun, Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak, termasuk Wali Kota Madiun, Maidi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, OTT tersebut merupakan bagian dari kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan pada hari ini. Tim KPK mengamankan total 15 orang dalam operasi tersebut.

“Baik, confirm hari ini ada kegiatan penyelidikan tertutup. Tim mengamankan sejumlah 15 orang di wilayah Madiun, Jawa Timur. Sembilan orang di antaranya malam ini akan dibawa ke Jakarta untuk kemudian dilakukan pemeriksaan secara intensif,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Budi menjelaskan, peristiwa tangkap tangan tersebut diduga berkaitan dengan praktik korupsi yang melibatkan fee proyek serta dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

“Peristiwa tertangkap tangan ini, dugaan awalnya terkait dengan fee Project dan juga dana CSR di lingkungan kota Madiun,” katanya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: