Kondisi Andrie Yunus Memburuk, RSCM Temukan Kebocoran di Bola Mata

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 01 April 2026 | 10:43 WIB
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Beritanasional/Ahda)
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Beritanasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Kondisi kesehatan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (27) masih memerlukan perhatian serius. Akibat luka berat di wajah dan mata yang masih dalam penanganan intensif tim medis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Perkembangan terbaru tim medis dari multi bidang, turut menemukan adanya kebocoran pada bola mata, setelah Andrie menjalani operasi ketiganya pada 28 Maret 2026.

"Selama operasi ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata," kata Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara dalam keteranganya, Rabu (1/4/2026).

Demi menyelamatkan kondisi mata, tim dokter mengambil langkah kompleks dengan menambal bagian yang bocor menggunakan jaringan dari tubuh pasien sendiri. Seluruh tindakan ini akan dipantau selama empat bulan sebelum dilakukan evaluasi lanjutan.

"Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan," katanya.

"Penutupan ini direncanakan berlangsung sekitar empat bulan, setelah itu tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya," sambung dia.

Di tengah kondisi mata yang masih kritis, untuk kondisi luka di tubuh menunjukan tanda pemulihan yang baik. Sejumlah area telah mengering dan tertutup kulit baru hasil cangkok, termasuk di wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.

"Masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan," katanya.

Sementara secara psikologis, Andrie Yunus sampai saat ini masih menghadapi trauma berat akibat serangan tersebut. Meski begitu, tim medis memastikan kondisinya relatif stabil dengan pendampingan intensif.

"Tim medis terus memberikan dukungan psikologis untuk memastikan pasien tetap tenang dan mampu mengikuti proses perawatan dengan optimal," terang dia

Yoga menegaskan RSCM akan terus memberikan penanganan maksimal bagi korban, sekaligus meminta publik tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada tim dokter.

"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," tegasnya.

Puspom TNI Ingin Periksa Andrie Yunus 

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengirim surat ke Lembaga Saksi Perlindungan Korban (LPSK) agar bisa memeriksa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus selaku korban dari teror penyiraman air keras.

Kapuspen Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan pemeriksaan tersebut diperlukan bagi penyidik mendalami kasus, setelah menetapkan empat anggota BAIS TNI sebagai tersangka.

“Komandan Puspom TNI telah mengirimkan surat kepada Ketua LPSK terkait permohonan untuk meminta keterangan dari saksi korban saudara AY,” kata Aulia dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Aulia menjelaskan surat itu dikirim kepada LPSK, karena pada tanggal 25 Maret 2026 Puspom TNI telah menerima surat yang menyatakan saksi korban Andrie Yunus berada di bawah perlindungan LPSK. 

“TNI berkomitmen untuk melakukan proses penegakan hukum secara terbuka, profesional, dan akuntabel,” jelasnya.

Lalu, untuk keempat prajurit yang telah ditetapkan tersangka berinisial SL (Lettu), NDP (kapten), BHW (Lettu) dan ES (Serda) saat ini telah ditahan di instalasi tahanan militer (Maximum Security) Pomdam Jaya Guntur sejak 18 Maret 2026.

“Adapun Pasal yang diterapkan kepada tersangka adalah pasal penganiayaan,” ujarnya.

Perlu diketahui Andrie Yunus adalah aktivis selaku pembela Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjadi korban dari teror penyiraman air keras saat melintas di jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus).

Dampak dari teror tersebut, Andrie Yunus harus menjalani perawatan intensif di RSCM atas luka yang dideritanya. Kondisinya pun sampai saat ini masih dalam penanganan tim yang telah melakukan berbagai tindakan medis.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: