Kronologi Penembakan di Acara Gedung Putih, Ini 7 Fakta Lengkapnya
BeritaNasional.com - Insiden penembakan terjadi saat acara White House Correspondents’ Dinner di Washington DC, Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump hingga Wakil Presiden JD Vance langsung dievakuasi dari lokasi kejadian yang berlangsung di Hilton Washington DC pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.
Peristiwa ini sontak mengejutkan karena sejumlah pejabat tinggi dan anggota kabinet tengah menghadiri acara tersebut.
Berikut rangkuman 10 fakta penting dari insiden penembakan tersebut:
1. Pelaku Penembakan Ditangkap
Sumber Gedung Putih menyebut Trump dan seluruh anggota kabinet yang hadir dalam keadaan selamat. Secret Service langsung mengamankan lokasi sesaat setelah suara tembakan terdengar.
Trump juga mengonfirmasi bahwa pelaku sudah diamankan. “Saya telah merekomendasikan agar acara tetap dilanjutkan, namun sepenuhnya mengikuti arahan aparat,” ujar Trump.
“Saya tidak bisa membayangkan pekerjaan yang lebih berbahaya, tapi saya mencintai negara ini,” kata Trump.
Secret Service AS juga memastikan satu orang telah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Agen Secret Service Terkena Tembakan
Seorang agen Secret Service dilaporkan terkena peluru yang mengenai perlengkapan pelindungnya. Ia segera dibawa ke rumah sakit dan dipastikan dalam kondisi stabil.
3. Identitas Pelaku Terungkap
Pelaku diketahui bernama Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal California.
4. Kronologi Penembakan
Seorang anggota Secret Service sempat melepaskan tembakan ke arah Cole Tomas Allen sesaat sebelum ia ditangkap, namun tidak mengenai sasaran di tengah situasi kacau, menurut sumber penegak hukum kepada CNN.
Dari penyelidikan awal, termasuk keterangan saksi, aparat menduga Allen lebih dulu melepaskan tembakan satu hingga dua kali. Petugas Secret Service kemudian membalas dengan tiga hingga empat tembakan.
FBI kini menyelidiki lokasi kejadian serta rompi balistik yang dikenakan petugas yang tertembak untuk memastikan jumlah tembakan yang dilepaskan dalam insiden tersebut.
Hasil awal juga menunjukkan Allen diduga keluar dari kamar hotelnya di Washington Hilton Hotel melalui tangga darurat, membawa senjata dalam tas, sebelum menerobos pos pemeriksaan keamanan dan akhirnya dilumpuhkan petugas.
Sejumlah anggota keluarga Allen telah diperiksa penyidik dan disebut kooperatif. Sementara itu, FBI juga menurunkan tim analisis perilaku untuk membantu mengungkap motif di balik aksi penyerangan tersebut, yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
Kepolisian menyebut pelaku kemungkinan merupakan tamu hotel tempat acara berlangsung. Satu kamar yang diduga digunakan juga sudah diamankan.
5. Latar Belakang Pelaku
Allen diketahui bekerja sebagai guru dan pengembang gim. Ia juga pernah mengajar di lembaga pendidikan dan memiliki latar belakang akademik di bidang teknik serta ilmu komputer.
6. Ada Manifesto Anti-Kristen
Trump mengklaim pelaku menulis manifesto berisi kebencian terhadap umat Kristen. Keluarga pelaku disebut pernah melaporkan kondisi mentalnya kepada pihak berwenang.
7. Lokasi Pernah Jadi Saksi Sejarah Penembakan
Washington Hilton Hotel bukan kali pertama menjadi lokasi insiden bersenjata. Pada 1981, Presiden Ronald Reagan juga pernah menjadi target penembakan di area yang sama.
BUDAYA | 17 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 17 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







