AHY Sebut Kehadiran Oposisi Sebuah Keniscayaan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 22 Juni 2026 | 11:55 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers di gedung DPR Jakarta. (BeritaNasional/Ahda)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers di gedung DPR Jakarta. (BeritaNasional/Ahda)

BeritaNasional.com -  Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai kehadiran oposisi menjadi sebuah keniscayaan. Menurutnya demokrasi akan menjadi semakin matang jika ada partai yang menjadi penyeimbang.

Hal itu disampaikan AHY menanggapi polemik posisi politik PDI Perjuangan yang dinilai sejumlah partai bersikap abu-abu.

"Jadi saya melihat demokrasi kita akan tumbuh dan sehat termasuk semakin matang jika ya hadirlah spirit seperti itu. Checks and balances ini juga diniscayakan dalam sebuah demokrasi, apapun pilihan politiknya ataupun pilihan rezim kepemiluannya," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (22/6/2026).

AHY berkaca pada posisi Partai Demokrat ketika menjadi oposisi di era Presiden ketujuh Joko Widodo. Sebagai partai oposisi, bukan hanya menyampaikan kritik, tetapi harus juga bisa memberikan solusi.

"Ketika jadi oposisi, tentu punya kepentingan memberikan pandangan-pandangan, bahkan kritik, tapi ya tentunya harus konstruktif, harus juga dengan solusi, tidak boleh kemudian memecah belah bangsa, tidak boleh juga mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah. Tapi ketika ada sesuatu yang memang ada benarnya dan itu merupakan aspirasi masyarakat, pemerintah juga mendengar, pemerintah juga harus mau melakukan evaluasi dan lain sebagainya," katanya.

Ia menghormati partai politik dalam memilih jalannya masing-masing. Setiap partai, kata Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini, semua partai memilki agenda dan kepentingan masing-masing.

"Jadi saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan tertentu. Semua punya agenda, semua punya kepentingan. Tapi marilah kita meletakkan kepentingan bersama dan nasional kita di atas kepentingan partisan," ucapnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menegaskan, posisi PDIP sebagai penyeimbang dilakukan melalui fungsi checks and balance terhadap pemerintah. Hal tersebut disampaikan Deddy menanggapi kritikan Partai Golkar yang mempertanyakan posisi PDIP sebagai partai penyeimbang.

"Terkait pertanyaan "apa yang perlu diseimbangkan", saya kira jawabannya cukup jelas, yaitu fungsi checks and balances oleh DPR terhadap pengelolaan kekuasaan dan pemerintahan. Dalam kondisi mayoritas kursi dikuasai oleh partai-partai yang juga duduk di kabinet, sulit membayangkan fraksi-fraksi tersebut mau, mampu, dan berani menyampaikan kritik atas penyimpangan atau memberikan pendapat yang berbeda," jelas Deddy dalam keterangannya dikutip Minggu (21/6/2026).

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: