Ratusan Warga Masih Mengungsi, DPR Dorong Percepatan Rekonstruksi di Sumatera
BeritaNasional.com - Anggota Komisi V DPR RI Irmawan mendorong pemerintah mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak banjir Sumatera. Sebab DPR telah menyetujui penambahan anggaran yang diajukan oleh pemerintah.
"Kesepakatan penambahan anggaran ini merupakan kabar baik. Namun, harus segera direalisasikan secara tepat dan cepat agar masyarakat korban bencana bisa kembali hidup dengan nyaman, apalagi masuk Ramadan dan Idul Fitri," ujar Irmawan dikutip dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Realisasi anggaran harus dilakukan secara cepat dan terukur. Sebab dampak bencana tersebut masih dirasakan masyarakat.
Irmawan mengingatkan urgensi pemulihan hunian warga, fasilitas umum, dan sarana pendidikan sebelum memasuki momentum hari besar keagamaan.
"Kami berharap agar dengan penambahan anggaran ini bisa membuat percepatan pembangunan fasilitas umum dan hunian sementara karena masih ada ratusan warga yang hidup di pengungsian apa adanya," katanya.
Politikus PKB ini mengungkapkan, kondisi di lapangan masih memprihatinkan, dengan banyaknya rumah warga yang tertimbun lumpur serta hancurnya harta benda. Selain infrastruktur, ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan logistik tidak boleh terabaikan.
"Kebutuhan dasar tidak boleh terabaikan. Negara harus benar-benar hadir dan memastikan masyarakat korban bencana memperoleh hak-haknya. Kami berharap saat Lebaran tiba, mereka bisa merayakan dengan tenang, bukan lagi dalam kesedihan," ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, bencana di tiga provinsi tersebut telah menelan 1.205 korban jiwa, 139 orang hilang, dan menyebabkan hampir 13.000 orang masih bertahan di pengungsian. Kerusakan masif tercatat di 52 kabupaten/kota, mencakup ribuan fasilitas publik dan lahan pertanian. Di Provinsi Aceh, meskipun 18 kabupaten/kota terdampak, baru sekitar 56 persen wilayah yang dinyatakan telah pulih sepenuhnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







