Jalankan Meritokrasi, Kapuspen: Jabatan di Lingkungan TNI Tidak Urut Kacang
BeritaNasional.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen Muhammad Nas menegaskan sistem meritokrasi (berdasarkan kemampuan) telah dijalankan TNI dalam menempatkan prajurit pada sebuah jabatan.
Penegasan ini disampaikan Nas, sebagai jawaban atas pertanyaan berkembang di masyarakat perihal prajurit yang lebih junior bisa menempati beberapa jabatan strategis di lingkungan TNI.
“Berkaitan dengan meritokrasi, betul sudah berjalan saat ini tapi perlu kita pahami bahwa penempatan posisi jabatan di lingkungan TNI tidak urut kacang,” kata Nas saat ditanya awak media.
Sehingga, Nas menjelaskan jika posisi jabatan di lingkungan TNI tidak mengacu pada tahun angkatan prajurit. Melainkan, penetapan jabatan diberikan berbasis kompetensi dan kemampuan yang dalamnya ada sistem KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa).
“Dalam penentuan KPLB pasti ada dasar-dasar penilaian, dalam penentuan kompetensi yang menilai pimpinan. Penilaian itu ada yang tertulis ataupun tidak tertulis, yang tertulis adalah di sekolah, yang tidak tertulis adalah pengalaman di lapangan,” jelasnya.
Kondisi ini seperti disampaikan Nas yang saat ini menjabat jabatan Kapuspen TNI sebagai bentuk promosi untuk nantinya mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayjen atau Jenderal Bintang Dua.
Sementara, dengan jabatan yang diembannya sekarang. Ternyata turut membawahi beberapa perwira yang notabene adalah senior di angkatan kelulusan Akademi Militer (Akmil).
“Mohon maaf contoh saya dengan beliau, tapi saya nggak bilang saya lebih hebat, Bang mohon maaf Bang ya. Siapa yang menilai? Pimpinan saya gitu. Gitu Mas jawabannya ya, jadi bener penempatan jabatan tidak berdasarkan urut senior junior tapi berdasarkan kompetensi,” tegasnya.

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu







