Bos Anker Sebut Era Power Bank Segera Berakhir, Bakal Mati dalam Beberapa Tahun ke Depan
BeritaNasional.com - Di era digital saat ini, power bank atau pengisi daya portabel telah menjadi penyelamat dan aksesori wajib bagi hampir setiap pemilik ponsel pintar.
Namun, pendiri sekaligus CEO perusahaan teknologi power bank Anker, Meng Yang, memprediksi masa kejayaan power bank tampaknya segera berakhir.
Ia menilai ceruk pasar ini tidak akan berkembang menjadi kategori produk yang bernilai ratusan miliar yuan.
Bahkan, dengan nada blak-blakan, ia menyebut perangkat ini bisa mati dalam beberapa tahun ke depan.
Dia menganalogikan nasib power bank dengan lini elektronik konsumen masa lalu, seperti pemutar MP3, pemutar kaset, dan pemutar CD.
Menurut dia, mayoritas gawai memiliki siklus hidup yang relatif singkat sebelum akhirnya tergilas oleh inovasi teknologi yang lebih mutakhir.
“Produk elektronik konsumen sebenarnya adalah produk yang datang dan pergi dengan cepat,” ujar Yang yang dikutip dari Gizmochina pada Jumat (12/6/2026).
“Jika Anda pernah membeli pemutar MP3, kemungkinan besar Anda juga pernah membeli pemutar kaset atau pemutar CD. Rentang waktu antara saat Anda pertama kali membeli produk-produk ini dan saat Anda berhenti membelinya hanya sekitar 10 tahun,” paparnya.
Anker Mulai Ambil Jarak dari Ketergantungan Power Bank
Pernyataan ini sangat menarik perhatian publik. Sejak didirikan pada 2011, Anker berhasil menembus pasar internasional berkat reputasi produk pengisi daya portabelnya yang andal.
Kendati demikian, arah bisnis perusahaan asal Tiongkok ini ternyata sudah bergeser secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data keuangan publik, Anker sukses mengantongi pendapatan sebesar 30,514 miliar yuan pada tahun 2025, atau naik 23,49 persen dari tahun sebelumnya.
Dari total tersebut, sektor produk pengisian daya dan penyimpanan energi menyumbang 15,402 miliar yuan setara dengan setengah dari total pendapatan perusahaan.
Namun, power bank tradisional bukan lagi menjadi motor utama cuan mereka. Anker kini telah mendiversifikasi bisnisnya ke berbagai lini aksesori pengisian daya cepat, perangkat pintar (smart device), hingga produk penyimpanan energi skala besar.
Tren pertumbuhan ini berlanjut hingga awal tahun 2026. Pada kuartal pertama tahun ini, Anker membukukan pendapatan 7,608 billion yuan, tumbuh 26,93 persen secara tahunan (year-on-year).
Meski begitu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sedikit terkoreksi 4,87 persen menjadi 472 juta yuan.
Sinyal kejenuhan pasar power bank sejalan dengan evaluasi internal Anker. Dalam rapat pemegang saham tahunan 2025, manajemen Anker secara terbuka mengakui telah melakukan strategi yang terlalu agresif di pasar.
Bagaimana tidak, pada tahun 2024 saja, Anker sempat menggelontorkan sekitar 100 model power bank yang berbeda ke pasaran. Banyaknya variasi ini justru menjadi bumerang dan menciptakan tantangan besar dalam mengontrol kualitas produk.
“Seharusnya tidak pernah ada 100 model,” kata manajemen Anker.
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






