Kasus Sertifikat Pagar Laut PT Mega Agung Nusantara di Huripjaya Bekasi, Bakal Ada Tersangka

BeritaNasional.com - Bareskrim Polri melaporkan hasil penyelidikan dugaan adanya tindak pidana pemalsuan sertifikat terkait pagar laut yang membentang di wilayah Desa Huripjaya, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan penyelidikan ini akan mengarah pada tindak pidana pemalsuan 201 sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas nama PT Mega Agung Nusantara.
“Juga digelarkan terkait laporan informasi di mana kita melaksanakan penyelidikan terkait 201 sertifikat hak guna bangunan atas nama PT Mega Agung Nusantara yang terjadi tahun 2007 sampai dengan 2015 di Desa Huripjaya,” kata Djuhandhani kepada wartawan pada Jumat (28/2/2025).
Meski masih penyelidikan, Djuhandani mengatakan, dalam waktu dekat, dilakukan gelar perkara untuk meningkatkan ke tahap penyidikan. Sebab, dugaan tindak pidana dalam kasus ini sudah ditemukan dengan beberapa alat bukti.
“Kami meyakini bahwa di sini telah terjadi perbuatan melawan hukum atau pidana. Namun, karena ini masih berupa penyelidikan dan merupakan laporan informasi, kami sepakat untuk membuat laporan polisi, dan selanjutnya dalam waktu tidak lama juga kami akan berupaya meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan,” ujarnya.
Bahkan, jenderal bintang satu Polri itu mengaku dalam kasus pemalsuan 201 sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas nama PT Mega Agung Nusantara juga sudah ditemukan adanya suspek untuk siapa yang harus bertanggung jawab.
“Termasuk walaupun kita penyelidikan membuat LP. Kami terkait yang 201, kami pun sudah mempunyai suspek kira-kira pelakunya siapa,” katanya.
Adapun penyelidikan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus pagar laut dengan 93 sertifikat hak milik yang ada di Desa Sagarajaya, Tarumajaya, Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Dalam perkembangannya, kasus pemalsuan sertifikat di Desa Sagarajaya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah ditemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
8 bulan yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 7 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu