Kapolda Jatim Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa dari Insiden Ledakan di Masjid Jember

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 17 Maret 2026 | 14:34 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto (tengah) saat memberikan keterangan pers. (Foto/Istimewa)
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto (tengah) saat memberikan keterangan pers. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan perkembangan terkait peristiwa ledakan yang terjadi di salah satu masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Nanang mengatakan saat ini tim kepolisian bersama unsur terkait lain telah berada di lokasi kejadian untuk mengamankan area serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian,” katanya dalam keterangan pada Selasa (17/3/2026).

Jenderal bintang dua Polri itu menegaskan, kondisi terkini di lokasi itu sudah terkendali. Petugas masih mensterilisasi area guna memastikan situasi benar-benar aman.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, telah dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ledakan yang sempat membuat geger warga sekitar tersebut.

“Sampai saat ini, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kami masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab pasti ledakan,” jelasnya.

Nanang menjelaskan tim gabungan dari Polres Jember dan Polda Jatim, termasuk unit identifikasi, Laboratorium Forensik (Labfor), tim penjinak bom (JIBOM), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) tengah bekerja untuk mengungkap penyebab kejadian.

“Sejumlah langkah telah dilakukan oleh kepolisian, di antaranya mengamankan lokasi kejadian, melakukan sterilisasi area, olah TKP, pengumpulan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Nanang, polisi berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk perangkat RT-RW setempat untuk menjaga keamanan wilayah. 

Termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan keresahan,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: