Komisi III DPR Minta Pengusutan Kematian Sutrimo Kedepankan Scientific Crime Investigation

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 28 Juli 2026 | 10:47 WIB
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian Sutrimo. (Foto/istimewa)
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian Sutrimo. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Hasbiallah Ilyas mendukung Polda Metro Jaya secara transparan mengusut tuntas kematian Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo.

Penanganan kasus ini harus mengedepankan pembuktian ilmiah supaya tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Hasbiallah menilai perlu langkah cepat polisi karena ada sejumlah indikasi yang perlu didalami dalam proses penyelidikan dan penyidikan komprehensif.

"Saya mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk bergerak cepat mengusut tuntas kematian Sutrimo secara profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Hasbiallah dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Hasbiallah menjelaskan, berdasarkan informasi yang beredar, kondisi jenazah mengeluarkan busa dari mulut dan hidung. Temuan ini perlu diteliti secara ilmiah.

Namun, ia mengingatkan, penyebab pasti kematian hanya dapat dipastikan melalui hasil pemeriksaan medis dan forensik.

"Melihat kondisi jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, secara kasatmata terdapat indikasi yang perlu didalami, termasuk kemungkinan dugaan keracunan. Karena itu, hasil uji laboratorium forensik dan otopsi menjadi sangat penting untuk memastikan penyebab kematian secara objektif," ucapnya.

Kematian Karumga Febrie Adriansyah ini menjadi sorotan publik sehingga perlu penanganan yang transparan. Apalagi muncul berbagai spekulasi terkait kasus Febrie Adriansyah.

"Keterkaitan latar belakang tersebut berpotensi memunculkan berbagai spekulasi apabila tidak dijelaskan secara transparan. Karena itu, aparat penegak hukum harus memberikan kepastian hukum melalui proses penyidikan yang profesional," ujar Hasbiallah.

Politikus PKB ini menegaskan, Polri perlu mengedepankan scientific crime investigation atau penyidikan berbasis bukti ilmiah dalam mengungkap perkara tersebut. Pendekatan itu dinilai penting untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

"Tidak ada jalan lain selain mengusut kasus ini secara sangat serius melalui scientific crime investigation. Hanya dengan ketegasan, profesionalisme, dan keterbukaan, kepolisian dapat menjawab kesimpangsiuran informasi di masyarakat serta mengungkap penyebab kematian almarhum secara tuntas," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: